<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>Uthie</title>
    <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/</link>
    <description>Kaka-Uti</description>
    <lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2009 20:50:00 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2009.</copyright>
    <category>Friends</category>
    <category>Families</category>
    <category>Animation</category>
    <item>
      <title>KEHARAMAN LAKI-LAKI MEMANDANG WANITA BUKAN MUHRIM </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/39.html</link>
      <pubDate>Sun, 01 Feb 2009 04:42:30 GMT</pubDate>
      <description>&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;

					&lt;div class=&quot;snap_preview&quot;&gt;&lt;p&gt;Dalam fasal
ini dijelaskan tentang diharamkannya kaum lelaki memandang kaum wanita
yang bukan muhrimnya. Begitu pula sebaliknya, yakni keharaman kaum
wanita memperhatikan kaum lelakiyang bukan muhrimnya.&lt;br&gt;
Tersebut dalam firman Allah dalam surat Al ahzab, : “WA IDZAA
SA-ALTUMUU HUNNA MATAA’AN FAS ALUU HUNNA MIWWARAA I HIJAABIN DZAALIKUM
ATH HARU LIQULUUBIKUM WAQULUU BIHINNA”&lt;br&gt;
“Apa bila kamu meminta sesuatu kepada mereka maka mintalah dari
belakangtabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan bagi
hati mereka”.&lt;span id=&quot;more-140&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam surat An Nuur ayat 30 di jelaskan: “QUL LILMU-MINIINA
YAGHUDHDHUU MIN ABSHAARIHIM WAYAHFADZUU FURUUJAHUM DZAALIKAADZKAA LAHUM
INNALLAAHA KHAIRUMBIMAA YASHNA’UUNA”&lt;br&gt;
“Katakanlah kepada orang laki-lakiyang beriman :”Hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu
lebih suci begi mereka”; SesungguhnyaAllah maha mengetahui apa yang
mereka perbuat”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasulullah S.A.W bersabda: ”Pandangan mata itu&amp;nbsp; merupakan panah
beracun dari panah Iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut
Allah S.W.T, maka Allah memberinya keimanan yang mana ia akan
memperoleh kemanisannya didalam hati”.&lt;br&gt;
Nabi Isa as bersabda:”IYYAAKUM WANNADZARA FA INNAHAA TUZRI’U FILQOLBI SYAHWATAN WAKAFAA BIHAA FITNATAN”&lt;br&gt;
“Takutlah kamu. peliharalah dirimu dari memperhatikan. Karena
sesungguhnya memperhatikan itu menumbuhkan syahwat di dalam hati. Dan
cukuplah syahwat itu&amp;nbsp; menjadi fitnah”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sa’ad bin jubair mengatakan hanyalah fitnah yang menimpa Nabi Daud
As adalah di sebabkan pandangan beliau. Nabi Daud bersabda kepada
putera beliau Nabi Sulaiman As, lebih baik berjalanlah di belakang
macan dan Harimau, janganlah berjalan di belakang perempuan.&lt;br&gt;
Mujahid mengatakan, apabila seorang perempuan mengahadap ke muka maka
Iblis duduk di bagian kepalanya. Lalu Iblismemperindah diri perempuan
itu yang di peruntukkan bagi orang yang memperhatikannya. Kalau seorang
perempuen bernalik menghadap kebelakang maka Iblis duduk di pantatnya.
Lalu Iblis memperindah perempuan itu yang di peruntukkan bagi orang
yang memperhatikannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seorang bertanya kepada Nabi Isa As, Apa permulaan yang menyebabkan
orang berzina?. Beliau bersabda :Yaitu akibat memperhatikan perempuan
dan memperhatikan dirinya.&lt;br&gt;
Al Fudhail mengatakan, Iblis berkata bahwa pandangan yang di lepaskan
pada suatu perkara yang tidak halal itu adalah merupakan panahku yang
sudah tua dan busurku yang tak pernah luput&amp;nbsp; jika aku pergunakan.&lt;br&gt;
Tersebut dalam sya’ir:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Segala sesuatu yang baru terjadi&lt;br&gt;
Permulaannya dari pandangan&lt;br&gt;
Nyala api yang besar&lt;br&gt;
Permulaannya dari pelatuk yang kecil&lt;br&gt;
Orang yang mempermainkan mata&lt;br&gt;
Sangat di khawatirkan akibatnya&lt;br&gt;
Berapa banyak pandangan&lt;br&gt;
Yang masuk dan bekerja dalam hati&lt;br&gt;
Bagaikan anak panah yang dilepas busur dan tali&lt;br&gt;
Orang yang memperhatikan&lt;br&gt;
Perkara yang membahayakan&lt;br&gt;
Akan menyenangakan orang yang mempunyai kekhawatiran&lt;br&gt;
Tetapi kalau akhirnya&amp;nbsp; mencelakakan&lt;br&gt;
Itu tidak membahayakan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ummu salamah Ra mengatakan bahwa Ibnu Ummi maktum meminta izin
kepada Rasulullah S.A.W. Saat itu aku dam maimunah Ra duduk bersama,
maka Rasulullah bersabda: ”Bertakbirlah kalian “. Kami&amp;nbsp;
menimpali:”Bukankah dia orang buta yang tidak dapat memandang kami?”.
Rasulullah bersabda:”Apa kalian tidak dapat melihatnya juga ?”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasulullah S.A.W mengingatkan : ”LA’ANALLAAHUNNAADZIRA WALMANDZUURA
ILAIHI” “Allah melaknat orang yang dipandang dan orang yang dipandangi
(membalas pandangan).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi perempuan yang beriman pada Allah, tidak dibenarkan
memperlihatkan diri pada setiap orang asing, karena yang tidak terikat
oleh pernikahan atau muhrim karena nasab atau sesusuan. Demikian pula
orang lelaki tidak dibenarkan memperhatikan kaum wanita, sebaliknya
kaum wanita balas memperhatikan pandangannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagaimana kaum lelaki menundukkan pandangannya kepada kaum wanita,
maka menjadi kewajiban pula kaum wanita menundukkan pandangan mata
terhadap kaum lelaki. Pendapat itu sebagaimana di tekankan oleh Ibnu
Hajar dalam kitab AZ ZAWAJIR.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak pula diperbolehkan lelaki bermusafahah(bersalaman) dengan
perempuan yang bukan muhrim. Larangan ini berlaku juga pada perbuatan
salingmemberikan.&amp;nbsp; Sebab itu perkara yang di haramkan memandangnya
diharamkan pula memegangnya. Mengingat dengan cara memegangnya itu ia
dapat merasakan kelezatan.&amp;nbsp; Hal ini didasarkan pada dalil bahwa, kalau
orang berpuasa lalu berpegangan dengan lawan jenisnya yang menyebabkan
inzal(keluar mani), maka puasanya batal. Tetapi kalau keluarnya mani
disebabkan oleh pandangan, puasanya tidak batal. Demikian menurut
penjelasan kitab An Nihayah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam kitab Al Kabir dari mu’qal bin
Yasar bahwa, salah seorang di antaramu yang di lukai kepalanya oleh
jarum, itu lebih baik dari pada memegang perempuan yang tidak
dihalalkan untuknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasulullah S.A.W memperingatkan : ”ITTAQUU FITNATADDUN-YAA
WAFITNA-TANNISAA FA-INNA AWWALA FITNATI BANII ISRA-IILA KAATAT
MINQIBA-LINNISAA. ”&lt;br&gt;
“Takutlah kalian terhadap fitnah dunia dan fitnah kaum wanita. Sebab
permulaan fitnah yang menimpa bani isra-il itu adalah kaum wanita”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasulullah S.A.W bersabda:”WAMAA TARAKTU BA’DII FITNATAN ADHARRU ‘ALARRIJAALI MINANNISAA”. (al hadits)&lt;br&gt;
“Dan setelah masaku tidak ada fitnah yang lebih membahayakan terhadap kaum lelaki ketimbang fitnah akibat perempuan”.&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;					
					&lt;p class=&quot;postinfo&quot;&gt;sumber : http://yahyaayyash.wordpress.com&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;postinfo&quot;&gt;&lt;br&gt;
				 					&lt;/p&gt;

				&lt;/div&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F39.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=39</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Persiapan seorang muslimah menjelang pernikahan </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/38.html</link>
      <pubDate>Thu, 17 Jan 2008 13:36:49 GMT</pubDate>
      <description>&lt;h3 style=&quot;color: rgb(255, 153, 0);&quot; class=&quot;storytitle&quot; id=&quot;post-18&quot;&gt; &lt;br&gt;&lt;/h3&gt;&lt;small style=&quot;color: rgb(255, 153, 0);&quot;&gt;&lt;/small&gt;
&lt;div class=&quot;storycontent&quot;&gt;
        	&lt;p&gt;Sebagai seorang muslimah, kita
semua tentu mengharapkan pada saatnya nanti akan bertemu dengan
pendamping yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga kita.
Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah keluarga yang sakinah,
mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk
disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada
khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada
umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan.
Silahkan disimak.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;1. Pendahuluan. Allah telah menciptakan
segala sesuatu secara berpasang-pasangan, tetumbuhan, pepohonan, hewan,
semua Allah ciptakan dalam sunnah keseimbangan &amp;amp; keserasian.
Begitupun dengan manusia, pada diri manusia berjenis laki-laki terdapat
sifat kejantanan/ketegaran dan pada manusia yang berjenis wanita
terkandung sifat kelembutan/kepengasihan. Sudah menjadi sunatullah
bahwa antara kedua sifat tersebut terdapat unsur tarik menarik dan
kebutuhan untuk saling melengkapi.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Untuk merealisasikan
terjadinya kesatuan dari dua sifat tersebut menjadi sebuah hubungan
yang benar-benar manusiawi maka Islam telah datang dengan membawa
ajaran pernikahan Islam menjadikan lembaga pernikahan sebagai sarana
untuk memadu kasih sayang diantara dua jenis manusia. Dengan jalan
pernikahan itu pula akan lahir keturunan secara terhormat. Maka adalah
suatu hal yang wajar jika pernikahan dikatakan sebagai suatu peristiwa
yang sangat diharapkan oleh mereka yang ingin menjaga kesucian fitrah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dan
bahkan Rosulullah SAW dalam sebuah hadits secara tegas memberikan
ultimatum kepada ummatnya: “Barang siapa telah mempunyai kemampuan
menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku” (H.R.
Thabrani dan Baihaqi). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;2. Persiapan Pra Nikah bagi muslimah
. Seorang muslimah sholihah yang mengetahui urgensi dan ibadah
pernikahan tentu saja suatu hari nanti ingin dapat bersanding dengan
seorang laki-laki sholih dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan
menuju rumah tangga samara (sakinah, mawaddah &amp;amp; rahmah) tidak
tercipta begitu saja, melainkan butuh persiapan-persiapan yang memadai
sebelum muslimah melangkah memasuki gerbang pernikahan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Nikah
adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu mitsaqan
ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi yang harus
dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Terutama bagi
seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan diri seorang
muslimah adalah bernama pernikahan. Karena salah satu syarat yang dapat
menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah mendapatkan ridho
suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus mengetahui secara mendalam
tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan-persiapan
menjelang memasuki lembaga pernikahan. Hal tersebut antara lain : &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;A.
Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman) Dalam tiap diri
muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti akan
dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan dapat
diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan di dunia,
sebagai bekal dalam menuju akhirat. Tetapi, bila kita ingat firman
Allah dalam Alqurâ’an bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki
yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik.
â€œWanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan
laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila
dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan
seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi
sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri seorang muslimah
sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan
akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh,
tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. Dan media
pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah pula.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga pernikahan) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernikahan
sebagai ajang untuk menambah ibadah &amp;amp; pahala : meningkatkan pahala
dari Allah, terutama dalam Shalat Dua rokaat dari orang yang telah
menikah lebih baik daripada delapan puluh dua rokaatnya orang yang
bujang” (HR. Tamam). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernikahan sebagai wadah terciptanya
generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun
dengan lahirnya anak yang sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat
bagi kedua orang tuanya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernikahan sebagai sarana tarbiyah
(pendidikan) dan ladang dakwah. Dengan menikah, maka akan banyak
diperoleh pelajaran-pelajaran &amp;amp; hal-hal yang baru. Selain itu
pernikahan juga menjadi salah satu sarana dalam berdakwah, baik dakwah
ke keluarga, maupun ke masyarakat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;C. Persiapan kepribadian&lt;br&gt;
Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dan
sadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita kenal,
tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang qowwam/pemimpin kita
yang senantiasa harus kita hormati &amp;amp; taati. Disinilah nanti salah
satu ujian pernikahan itu. Sebagai muslimah yang sudah terbiasa
mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang baik sesuai dengan
syariat Islam akan menjadi modal dalam berinteraksi dengan suami. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Belajar
untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang menjadi
suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang,
suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita menjadi pemicu
timbulnya perbedaan. Dan bila perbedaan tersebut tidak di atur dengan
baik melalui komunikasi, keterbukaan dan kepercayaan, maka bisa jadi
timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu harus ada persiapan jiwa
yang besar dalam menerima &amp;amp; berusaha mengenali suami kita.&lt;br&gt;
D. Persiapan Fisik Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang
memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri
sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada
baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang
mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat
berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat
berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan
penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;E.
Persiapan Material Islam tidak menghendaki kita berfikiran
materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan
tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala
keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi.
Dan bagi fihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola keuangan
keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Allah
akan mencukupkan rizki kepadanya. Allah menjadikan bagi kamu
isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari
isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki
dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil
dan mengingkari ni’mat Allah? (QS. 16:72) ” Dan nikahkanlah orang-orang
yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah)
dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan
memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas
(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)”. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;F.
Persiapan Sosial Setelah sepasang manusia menikah berarti status
sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang
tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus
mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah
pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Allah dan janganlah
kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap
kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin,”Q.S. An-Nissa: 36). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adapun persiapan-persiapan
menjelang pernikahan (A hingga F) yang tersebut di atas itu tidak dapat
dengan begitu saja kita raih. Melainkan perlu waktu dan proses belajar
untuk mengkajinya. Untuk itu maka saat kita kini masih memiliki banyak
waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk
menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga
kelak.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;3. Pemahaman kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Sejauh mana konsistensi &amp;amp; semangatnya dalam menjalankan syariat Islam &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Bagaimana akhlaq &amp;amp; kepribadiannya &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Bagaimana lingkungan keluarga &amp;amp; teman-temannya &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Catatan
: Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita
menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat . &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sekufu &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Memudahkan proses dalam beradaptasi &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Batasan-batasan siapa yang yang terlarang untuk menjadi suami (QS 4:23-24; QS2: 221) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;a. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;b.
Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan orang tua
dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala
tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan.
Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah
itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum
dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari
lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan
menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari
sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;c.
Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang
dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada
pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah
menuju proses selanjutnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;d. Taâ’aruf (Berkenalan) , Proses
taâ’aruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses
taâ’aruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah
pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang
khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya
saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya
tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu
mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji
dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda
: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang
perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits
Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila kita
menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua
proses yang menyertainya, seperti mulai dari mencari pasangan haruslah
diupayakan dengan cara yang ihsan &amp;amp; islami. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;e.
Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses taâ’aruf
terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya
dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang
terkait.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;f. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai
sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa
bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk
dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan
penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan
dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap
berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;g.
Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak
pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu
penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak
wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki,
maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar
ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kamu mengkhitbah wanita
yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu
meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq alaihi).&lt;br&gt;
5. Pentingnya mempelajari tata cara nikah sesuai dengan anjuran &amp;amp; syariat Islam &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebenarnya
tata cara pernikahan dalam Islam sangatlah sederhana dibandingkan tata
cara pernikahan adata atau agama lain. Karena Islam sangat menginginkan
kemudahan bagi pelakunya. Untuk itu memahami tata cara pernikahan yg
islami menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi calon pasangan muslim.
Dengan melaksanakan secara Islami, maka sebisa mungkin untuk
menghindarkan diri dari kebiasaan-kebiasaan tata cara pernikahan yang
berbau syirik menyekutukan Allah). Karena hanya kepada Allah SWT
sajalah kita memohon kelancaran, kemudahan, keselamatan dan
kelanggengan pernikahan nanti. Untuk beberapa hal yang harus kita
ketahui tentang tatacara nikah adalah masalah sbb: &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;a. Dewasa (baligh) &amp;amp; Sadar &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;b. Wali , “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR.Tirmidzi J.II Bukhari Muslim dalam Kitabu Nikah), &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;c. Mahar , “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS: 4:4) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;-
Semakin ringan mahar semakin baik. Seperti sebuah hadis yang
diriwayatkan Abu Dawud dari Uqbah bin Amir : “Sebaik-baiknya mahar
adalah paling ringan (nilainya).” &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;- Bila tak memiliki
materi, boleh berupa jasa. Semisal jasa mengajarkan beberapa ayat
al-Qur’an atau ilmu-ilmu agama lainnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah
berkata kepada seorang pemuda yang dinikahkannya : “Telah aku nikahkan
engkau dengannya (wanita) dengan mahar apa yang engkau miliki dari
Al-Quran” (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;d. Adanya dua orang saksi &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;e.
Proses Ijab Qobul , Proses Ijab Qabul adalah proses perpindahan
perwalian dari Ayah/Wali wanita kepada suaminya. Dan untuk kedepannya
makan yang bertanggung jawab terhadap diri wanita itu adalah suaminya.
Syarat-syarat diatas adalah ketentuan yang harus dipenuhi dalam syarat
sahnya prosesi suatu pernikahan. Selain itu dianjurkan untuk mengadakan
walimatul ‘ursy, dimana pasangan mempelai sebaiknya diperkenalkan
kepada keluarga dan lingkungan sekitar bahwa mereka telah resmi menjadi
pasangan suami isteri, sebagai antisipasi terjadinya fitnah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;6. Permasalahan seputar masalah persiapan nikah&lt;br&gt;
a. Sudah siap, tetapi jodoh tidak kunjung datang Rahasia jodoh adalah
hanya milik Allah, tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan bila
jodohnya datang. Sikap husnuzhon amat diutamakan dalam fase menunggu
ini. Sembari terus berikhtiar dengan cara meminta bantuan orang-orang
yang terpercaya dan berdoâ€™a memohon pertolongan Allah. Juga upayakan
senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Hindari diri
dari berangan-angan, isilah waktu oleh kegiatan-kegiatan positif . &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;b.
Belum siap, tetapi sudah datang tawaran Introspeksi diri, apakah yang
membuat diri belum siap ?. Cari penyebab ketidak siapan itu, tingkatkan
kepercayaan diri dan fikirkan solusinya. Sangat baik bila
mengkomunikasikan masalah ini dengan orang-orang yang dipercaya,
sehingga diharapkan dapat membantu proses penyiapan diri. Sembari terus
banyak mengkaji urgensi tentang pernikahan berikut hikmah-hikmah yang
ada di dalamnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;7. Penutup&lt;br&gt;
Agama Islam sudah sedemikian dimudahkan oleh Allah SWT, tetap masih
saja ada orang yang merasakan berat dalam melaksanakannya karena
ketidak tahuan mereka. Allah Taâ’ala telah berfirman: “Allah
menghendaki kemmudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu”
(Q.S. Al-Baqarah : 185) &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita
lihat, betapa Islam menghendaki kemudahan dalam proses pernikahan.
Proses pemilihan jodoh, dalam peminangan, dalam urusan mahar dan juga
dalam melaksanakan akad nikah. Demikianlah beberapa pandangan tentang
persiapan pernikahan dan berbagai problematikanya, juga beberapa kiat
untuk mengantisipasinya. Insyallah, jika ummat Islam mengikuti jalan
yang telah digariskan Allah SWT kepadanya, niscaya mereka akan hidup
dibawah naungan Islam yang mulia ini dengan penuh ketenangan dan
kedamaian .&lt;br&gt;
Wallahuâ’alamu bi showab.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Penyusun: oleh Rini Fura Kirana M.Eng&lt;br&gt;
Dikirim oleh: Fuan, dari sebuah seminar yang diikutinya.&lt;/p&gt;

&lt;/div&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F38.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=38</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Love Moon yang paling memahami masalah kewanitaan </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/37.html</link>
      <pubDate>Sat, 09 Jun 2007 09:35:46 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5064385228568444386 style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; height=149 alt=&quot;&quot; src=&quot;http://bp0.blogger.com/_WPTiQZnXBbw/RkhPiHqOveI/AAAAAAAAAAc/-bT5KPfE3vw/s320/win.JPG&quot; width=364 border=0&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Pembalut Love moon sebenarnya merupakan penggabungan dari pembalut ion negative dan perawatan masalah kewanitaan.Untuk lebih lajut berikut ini penjelasan mengenai produk. Produk love moon semua dalam bentuk wing, beberapa wanita mengatakan biasanya kalau menggunkan wing suka sakit (lecet), tetapi setelah mnecoba LOVEMOON tidak lecet jadi bahan lebih lembut. &lt;/P&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;PENJELASAN PRODUK&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pada winalite love moon 1 setnya terdiri dari&lt;BR&gt;10 box Days @10&lt;BR&gt;4 box Night @8,&lt;BR&gt;5 box panty liners @30... Jadi dapat digunakan sendiri selama 6 bulan atau dijual kepada orang lain.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;KELEBIHAN DARI PEMBALUT TEKNOLOGI TINGGI &quot;LOVE MOON&quot;1. NYAMAN digunakan&lt;BR&gt;Karena sangat tipis dan dibuat dari bahan baku kualitas tinggi; terdiri dari 7&lt;BR&gt;lapisan bahan baku berteknologi tinggi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;2. AMAN dipakai&lt;BR&gt;karena menggunakan bahan baku alami &amp;amp; asli/bukan daur ulang; bahkan lem&lt;BR&gt;yang dipakai adalah bahan pembuat permen karet. sedangkan lem yg dipakai&lt;BR&gt;produk lain biasanya lem industri (kimia). &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;3. DAYA SERAP TINGGI sampai dengan 2 s/d 3 kali lebih baik&lt;BR&gt;jadi buat yg suka bocor, jangan khawatir menggunakan LOVEMOON wanita&lt;BR&gt;hanya perlu ganti setiap 4 jam sekali dan biasanya wanita yang sedang haid&lt;BR&gt;datangbulan setiap 2 jam sudah harus mengganti pembalut (jadi lebih irit )&lt;BR&gt;Yang terpenting adalah bagian yg menyerap yaitu yg tebal seperti bantal.&lt;BR&gt;LOVEMOON menggunakan kapas pada bagian penyerapnya dan di tengah &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV align=justify&gt;tengahnya terdapat kolagen (terbuat dari nabati) yang berfungsi untuk&lt;BR&gt;menyerap 3x lipat dari pembalut biasa.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;4. Pembungkus luar pembalut LOVEMOON terbuat dari aluminium foil&lt;BR&gt;Jadi bisa ditutup kembali.Fungsi aluminium foil ini adalah meminimalisir&lt;BR&gt;bakteri2 untuk masuk ke dalam dan mencemari pembalut2 lain yg belum&lt;BR&gt;digunakan. Sedangkan pembalut yg lain bungkus luar dari plastik dan&lt;BR&gt;biasanya sekali buka tidak dapat ditutup kembali jadi bakteri dapat masuk dan&lt;BR&gt;mencemari pembalut lain yg belum dipakai.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;5. Pada setiap 1 box terdapat 1 alat test peradangan (inflamation test)&lt;BR&gt;Alat test ini untuk daerah V wanita (sekali pakai). Alat ini SANGAT PRAKTIS&lt;BR&gt;&amp;amp; SANGAT MURAH dibandingkan dengan kita pergi ke dokter/bidan atau&lt;BR&gt;laboratorium dan berfungsi untuk mengetahui / mendeteksi kondisi organ&lt;BR&gt;kewanitaan apakah dalam kondisi yang sehat, sedikit radang, atau mengalami&lt;BR&gt;radang yang parah secara CEPAT &amp;amp; AKURAT.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Buat para wanita tidak perlu mahal-mahal pergi ke dokter untuk pap smear&lt;BR&gt;test yg sekali test harus mengeluarkan duit ratusan ribu rupiah. Alat test&lt;BR&gt;kesehatan LOVEMOON, cara penggunaannya seperti alat test ph sangat&lt;BR&gt;mudah dipakai. Caranya adalah ambil cairan di daerah kewanitaan, lalu&lt;BR&gt;oleskan ke indikatornya kemudian lihat warnnya berubah menjadi apa?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pap smear biasanya dilakukan untuk wanita yang sudah menikah, karena test&lt;BR&gt;pap smear ini memasukkan benda cukup panjang ke dalam daerah V sampai&lt;BR&gt;ke dalam rahim wanita. Jadi kalau buat wanita yang belum menikah, resiko&lt;BR&gt;selaput dara robek tidak terhindarkan. Jangan kawatir alat test kesehatan ini&lt;BR&gt;sudah dipatenkan CN99109875.7 Semua wanita dapat menjaga kesehatan&lt;BR&gt;daerah kewanitaannya sekarang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;SPAN style=&quot;COLOR: #ff0000&quot;&gt;Ingat kata pepatah mencegah lebih baik dari pada mengobati.&lt;/SPAN&gt; &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;6. LOVE MOON terdapat anion yaitu ion negative&lt;BR&gt;Dikenal dengan Alat TERAPI ION NEGATIF (yang dikombinasikan dengan&lt;BR&gt;pembalut wanita teknologi tinggi) TERAPI ION NEGATIF yang ditemukan oleh&lt;BR&gt;para ahli dan profesor dari Jerman, sudah sangat terkenal dan dipergunakan&lt;BR&gt;dimana-mana seperti untuk AC, Lemari Es, bahkan Ionizer (mesin pembuat&lt;BR&gt;Ion Negatif).&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;SPAN style=&quot;COLOR: #ff0000&quot;&gt;Market Pemasaran Winalite Love Moon&lt;/SPAN&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;1. Perempuan yang belum menikah, karena dapat menggunakan alat SELF TEST / Tes Pribadi untuk mengetahui kondisi kesehatan organ kewanitaannya (tidak perlu ragu-ragu lagi ahkan malu seperti kalau periksa ke dokter kandungan atau ke laboratorium),&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;2. Perempuan yang sudah menikah, karena dapat mengetahui kesehatannya sejak dini mungkin dibandingkan mereka mengikuti test pap smear atau sejenisnya,&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;3. Perempuan yang sudah menopause, karena wanita yang sudah menopause tetap harus menjaga organ kewanitaannya seumur hidup (dengan menggunakan terapi yang dikombinasikan dengan pantyliner)&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Kesimpulannya adalah Setiap WANITA PASTI PERDULI dengan KESEHATAN ORGAN KEWANITAANNYA; karena RESIKONYA TERLALU TINGGI kalau diabaikan, spt. KANKER, TUMOR, KISTA, dan sebagainya.&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;A href=&quot;http://winaliteindonesia.blogspot.com/&quot;&gt;http://winaliteindonesia.blogspot.com/&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F37.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=37</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Surat Untuk Cintaku ( Dari dudung.net )</title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/36.html</link>
      <pubDate>Thu, 10 May 2007 15:14:30 GMT</pubDate>
      <description>&lt;TABLE cellSpacing=0 cellPadding=0 width=&quot;95%&quot; align=center border=0&gt;
&lt;TBODY&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD class=judul-berita&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD&gt;&lt;EM&gt;Oleh : Muhammad Baiquni&lt;/EM&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD&gt;&amp;nbsp;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD class=text-content&gt;
&lt;P align=justify&gt;Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. &lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Assalamu'alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata &quot;cinta&quot; kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi &quot;illah&quot; bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Aku yang tidak mengerti diriku…&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;
&lt;DIV align=justify&gt;&lt;EM&gt;Wassalam&lt;/EM&gt; &lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F36.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=36</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Mengapa dinegeri ini banyak terjadi bencana ?? </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/35.html</link>
      <pubDate>Mon, 12 Mar 2007 14:46:34 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;&lt;FONT style=&quot;BACKGROUND-COLOR: #294552&quot;&gt;Minggu ini gak mudik, coz ibu boss ngajak jalan keliling Tangerang cari-cari alamat alhamdulillah akhirnya nemu juga. Hmm tempatnya lumayan jauh seeh dan kayaknya kita belum pernah deh kedesa ini sebelumnya. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT style=&quot;BACKGROUND-COLOR: #294552&quot;&gt;Meski tempat ini masih asing banget buat kita.....tapi aku yakin banget deh gak akan kesasar apalagi &amp;nbsp;Bossku itu seperti peta berjalan...semuanya dah dikepalanya. Ditambah lagi wuih ...bawa mobilnya itu lho ..pokoknya best driver dech heee. Ups tapi bukan sopir dalam artian sesungguhnya lho. Mudah-mudahan dia gak baca postingan ini. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT style=&quot;BACKGROUND-COLOR: #294552&quot;&gt;Gak sampai 2 jam kita dah balik lagi ke Jakarta dan tempat yang kita cari dah ketemu. Hebat kan !! Tapi perjalanan blum berakhir setelah tempat yang dimaksud ditemukan kita lanjutkan perjalanan ke Pondok Indah Mall. Tau kan ..itu lho tempat orang banyak duit menghabiskan weekend mereka. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Kebetulan tempat yang kami tuju adalah kolam renang umum kelas elit di kawasan Pondok Indah Mall. Aku ditawarin renang walau gratis ...??? Makasih dech jawabnya nggak. Tapi aku ga ditawarin seh heee karena dah tau pasti jawabnya aku gak bakalan pernah mau. Gratis aja ogah apa lagi bayar sendiri huuuh mending uangnya dipake beli gurame bisa makan bareng-bareng sama teman plus perut kenyang dan halal lagi. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Ditempat pamer aurat itu aku cuma duduk aja ....untung aja bawa print artikel islami ditas jadi setidaknya bisa melindungi mata dari penglihatan-penglihatan haram lantaran mereka yang disana melakukan aksi pamer aurat heee namanya juga kolam renang umum. Cewek/cowok bukan mahram tumplek jadi satu. Hiiii serem dech. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Waktu yang ditunggu telah tiba tepat pukul 19:00 kita out dari PIM. Nah sebelum Out aku sempat sewot nih,&amp;nbsp; siapa yang gak sewot coba...moso tempat elit, megah, nan luas ternyata Mushola yang ada disana cuma berukuran 3 X 4 meter persegi. Oh iya hampir lupa ...toch memang tempat hiburan seperti itu memang hampir dimiliki oleh orang-orang non muslim yak&amp;nbsp; jadi yah terima deh kalau disedikan tempat seminimal mungkin untuk ibadah kita. Masih untung disediakan paling ga orang-orang yang masih sadar /eling ga kebablasan having fun bisa shalat walau dalam keadaan gak nyaman.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Yah gitu deh harus pandai-pandai memilah dan memilih bahkan dalam urusan tempat refreshing sekalipun. Bisa-bisa bukan refresh dan kenyamanan yang kita dapat tapi malah pening kayak yang aku rasain kemarin. Hiii emang dasar wong deso ga bisa dibawa ketempat elit. Tapi biarin deh duduk dibawah pohon yang disampingnya ada empang/balong dikampungku masih jauh lebih asyik deh ketimbang di Mall sana, Setidaknya minim&amp;nbsp;polusi udara, mata(maksiat mata), telinga itu yang tadi aku sebutin. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Menghibur diri boleh asal jangan kebablasan dan jangan asal yang penting bisa senang. Perlu penglihatan tajam untuk membedakan mana hiburan yang bermanfaat dan mana hiburan yang membawa mudharat. Contohnya dalam hal memilih tayangan televisi, banyak sekali acara hiburan dengan tanda kutip. Mereka menyajikan acara humor dengan dibumbui banyolan-banyolan yang rada menjurus ke syahwat plus menampilkan para bintang tamu dengan pakaian yang jauh dari islami plus Cipika cipiki satu sama lain. Padahal tema atau obrolan yang disajikan juga sangat jauh dari manfaat atau istilahnya gak penting gitu loch. Anehnya mereka menganggap itu lucu Naudzubillah ya !! Dan penonton terlihat antusias sekali, itu terbukti banyak sekali yang memberikan applause diacara itu. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Jadi Gak perlu tanya lagi Mengapa di negeri ini banyak terjadi bencana !!! &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F35.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=35</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Doa untuk calon QOWAM ku </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/34.html</link>
      <pubDate>Sat, 02 Dec 2006 05:42:52 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;Kala malam semakin dalam &lt;BR&gt;Tampak pekat kerinduanku&lt;BR&gt;Akan hadir sosok dirimu&lt;BR&gt;Anugrah yang kuasa untukku.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Apa kabar dirimu disana&lt;BR&gt;Semoga tetap dalam lindungan dan ridaNya.&lt;BR&gt;Senantiasa berusaha Istiqomah dan bersabar&lt;BR&gt;Semoga dimudahkan Ikhtiarmu olehNya. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Maafkan aku Qowam &lt;BR&gt;Jika aku lupa haturkan doa untuk kita berdua&lt;BR&gt;Ada kalanya hati ini tergoda dengan yang lain&lt;BR&gt;Padahal aku sadar Allah hanya menyatukan aku dan dirimu.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Duhai Qowam&lt;BR&gt;Berusahalah untuk terus menggapai cita-cita kita.&lt;BR&gt;Merengkuh nikmat dalam mahligai keridhaanNya.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Teguhkan hati, mantapkan niat&lt;BR&gt;Kuatkan jiwa seluruh tenaga &lt;BR&gt;Semoga Allah memudahkan jalan kita berdua.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Untukmu yang entah dimana keberadaannya&lt;BR&gt;Aku disini hanya mampu berdoa&lt;BR&gt;Aku sadar, ada kalanya kaupun tergoda&lt;BR&gt;Tapi aku yakin kau akan kembali pada jalanNya.&lt;BR&gt;Untuk tetap menjaga hati, menundukkan pandangan&lt;BR&gt;Dan jadikan puasa sebagai benteng pertahananmu.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Percayalah, aku disini akan setia menunggumu&lt;BR&gt;Berusaha tuk tidak letih berdoa untuk kebaikanmu&lt;BR&gt;Janganlah berputus asa walau aral rintangan mendera.&lt;BR&gt;Teruslah perbaiki diri kita masing-masing&lt;BR&gt;Bersabarlah sampai Allah mempertemukan kita berdua. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Hingga tiada kata lain terucap nanti&lt;BR&gt;Selain puji Syukur pada Nya&lt;BR&gt;Yang telah menyatukan kita &lt;BR&gt;dalam bahtera keridhanNya.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Amien allohuma Amien.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;note &amp;gt;&amp;gt; Hiks ngetiknya sambil nangis :( &lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F34.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=34</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Coba-coba Copas E-Card !!</title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/33.html</link>
      <pubDate>Thu, 23 Nov 2006 15:22:55 GMT</pubDate>
      <description>&lt;DIV style=&quot;TEXT-ALIGN: center&quot;&gt;&lt;EMBED pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash&quot; src=http://www.kapanlagi.com/c/s/00037.swf width=500 height=357 type=application/x-shockwave-flash bgcolor=&quot;#FFFFFF&quot; quality=&quot;high&quot;&gt;&lt;/EMBED&gt;&lt;BR&gt;&lt;A href=&quot;http://kartu.kapanlagi.com/&quot;&gt;Lihat Kartu Ucapan Lainnya&lt;/A&gt; (&lt;SPAN style=&quot;FONT-WEIGHT: bold&quot;&gt;KapanLagi.com&lt;/SPAN&gt;) &lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F33.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=33</comments>
    </item>
    <item>
      <title>TERAPI PENYAKIT CINTA </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/32.html</link>
      <pubDate>Tue, 31 Oct 2006 06:14:18 GMT</pubDate>
      <description>&lt;TABLE class=contentpaneopen cellSpacing=1 cellPadding=0 width=&quot;100%&quot; border=0&gt;
&lt;TBODY&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD vAlign=top colSpan=2&gt;
&lt;DIV align=justify&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px&quot; align=justify&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Penyakit mabuk cinta &lt;I&gt;(al isyq)&lt;/I&gt; akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengan-Nya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf 'alaihissalam,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;''Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf pun termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih...(QS Yusuf : 24).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Nyatalah bahwa ikhlas merupakkan imunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu.&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berkata ulama salaf, ''Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai ibu Nabi Musa alaihissalam,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;''Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS Al Qashash : 10).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Bagaimana Virus Ini Bisa Berjangkit?&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. &lt;I&gt;Pertama,&lt;/I&gt; karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. &lt;I&gt;Kedua,&lt;/I&gt; perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Makhluk Diciptakan Saling Mencari yang Sesuai Dengannya&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berkata Ibnu Al Qayyim, ketetapan Allah dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya. Secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, dan sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rahasia adanya pencampuran dan kesesuaian di alam ruh, menyebabkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah berfirman,&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px&quot; align=justify&gt;&lt;I&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;BR&gt;''Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. (QS Al A'raf : 189).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/I&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tenteram dan senang seorang lelaki dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa. Tidak pula kerana adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, ataupun kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk. Pun demikian tidak dipungkiri, bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.&lt;BR&gt;Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadits,&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;I&gt;
&lt;P style=&quot;MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px&quot;&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;BR&gt;''Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan bersatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.'' (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/I&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadits ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi mengucapkan hadits ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Karena itulah syariat Allah menghukumi sesuatu sesuai jenisnya. Mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan yang berbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain, maka jelaslah minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaidah persamaan dan sebaliknya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia. Lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat. Allah berfirman,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;''(kepada malaikat diperintahkan), 'Kumpulkanlah orang-orang yang dhalim bersama teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah'.'' (QS Ash Shaffat : 22).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Umar Ibnu Khattab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran 'azwajahum' yakni yang sesuai dan mirip dengannya.&lt;BR&gt;Allah juga berfirman,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;''dan apabila jiwa (ruh-ruh) dipertemukan. (QS At Takwir : 7).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Yakni setiap orang akan digiring beserta dengan orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan menggiring sesama orang-orang yang saling mencintai karenaNya ke dalam surga, dan orang-orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan syetan digiring ke neraka jahim. Mau tidak mau, maka setiap orang akan digiring dengan siapa yang dicintainya. Di dalam Mustadrak Al Isyq Hakim disebutkan, bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda,&lt;I&gt;''Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan digiring bersama mereka kelak''. (HR Ahmad)&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;&lt;B&gt;Cinta Dan Jenis-Jenisnya&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan. Yang tertinggi dan paling mulia ialah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan didalam agama Allah). Yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RosulNya. Cinta berikutnya adalah cinta yang karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Diantara jenis cinta lainnya, yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik karena kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi - yaitu &lt;I&gt;al mahabbah al 'ardiyah&lt;/I&gt; - akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya. Yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan darimu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Adapun cinta lainnya, yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta. &lt;I&gt;Mahabbah al isyq&lt;/I&gt; termasuk cinta jenis ini. Tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa. Oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Timbul pertanyaan, bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasmaran saja? Jika cinta ini perpaduan antara jiwa dan ruh, maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak dan bukan sepihak saja?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jawabnya ialah, bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu. Atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasikan cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor. Pertama, bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan. Oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai. Terkadang yang dicintai justru lari darinya. Kedua, adanya penghalang sehingga seseorang tidak dapat mencintai orang yang dicintainya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga, adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika penghalang ini dapat disingkirkan, maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;&lt;B&gt;Terapi Penyakit Al-Isyq&lt;/B&gt;&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut ialah sebagai berikut.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam shahihain dari riwayat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;I&gt;
&lt;P style=&quot;MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px&quot;&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;''Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/I&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Hadits ini memberikan dua solusi, utama dan pengganti. Solusi utama dalah menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;''Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.''&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya,&lt;I&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;''Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An Nisa: 28).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/I&gt;Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikan terhadap hamba-Nya. Dan Allah mengetahui kelemahan manusia dalam menahan syahwatnya, sehingga memperbolehkan para wanita yang baik-baik dua, tiga, ataupun empat. Sebagaimana Allah memperbolehkan mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka membutuhkannya sebagai peredam syahwat. Demikianlah keringanan dan rahmat-Nya terhadap makhluk yang lemah ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar'i dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan pada dirinya, bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi. Lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang telah memutus harapan untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, dapat mempengaruhi keadaan jiwanya hingga semakin menyimpang jauh.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain. Yaitu dengan mengajak akalnya berfikir, bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dijangkaunya itu ibarat perbuatan gila. Ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan menganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya terhalang karena larangan syariat, maka terapinya yaitu dengan menganggap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan yaitu dengan menjauhkan dirinya dari orang yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu ke arah yang diinginkannya tertutup, dan mustahil tercapai.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, handaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;Pertama,&lt;/I&gt; karena takut (kepada Allah). Yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, tentu akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dan menggantikannya dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun berkhayal terbang melayang jauh, maka ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan. Akhirnya sirnalah segala keindahan semu. Yang tertinggal hanyalah keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;Kedua,&lt;/I&gt; keyakinan bahwa resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika gagal melupakan yang dikasihinya. Dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus. &lt;B&gt;Yaitu gagal mendapatkan kekasih yang diinginkannya, serta bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya&lt;/B&gt;. Jika yakin bakal mendapatkan dua hal menyakitkan ini, niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta. Dia akan berpikir, bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama, harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar, demi mendapatkan kebahagiaan abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kedhalimannya akan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya. Sungguh, orang yang terhindar ialah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak menerima terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemaslahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsu dapat menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang bakal diterimanya. Lebih parah lagi, dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilan dan kemaslahatannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi keburukan kekasihnya dan hal-hal yang dapat membuatnya menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan daripada keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada di sekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang belum diketahuinya. Sebab, sebagaimana kecantikan sebagai faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya, maka demikian pula kejelekan merupakan pendorong kuat agar dapat membenci dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan terpedaya karena kecantikan kulit, dan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak atau kusta. Tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannya kepada kejelekan sikap dan perilakunya. Hendaklah dia mentutup matanya dair kencantikan fisik dan melihat kepada kejelekan yang diceritakan mengenai hatinya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir yaitu mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah penolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepada-Nya. Hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaran-Nya sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jiak dia dapat melaksanakan terapi akhir ini, maka sesungguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya di hadapan manusia ataupun menyakitinya. Sebab hal tersebut merupakan kedzaliman dan melampaui batas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Penutup&lt;/B&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P style=&quot;MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px&quot;&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;BR&gt;Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terkena virus ini, maka lebih baik menghindar. Bagaimana cara mengindarinya? Tidak lain, yaitu dengan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Semoga pembahasan ini bermanfaat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun VI/1423 H/2002 M (dari tulisan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab beliau &lt;I&gt;Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad&lt;/I&gt;)&lt;/FONT&gt; &lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;
&lt;TR&gt;
&lt;TD class=modifydate align=left colSpan=2&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;from http://jilbab.or.id&lt;/P&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F32.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=32</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ucapan pada hari Raya </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/31.html</link>
      <pubDate>Thu, 19 Oct 2006 22:02:44 GMT</pubDate>
      <description>&lt;DIV&gt;Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Id :&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Taqabbalallahu minnaa wa minkum &quot;Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian&quot;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Dan ( Ahaalallahu 'alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun,&amp;nbsp;namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;aku menjawabnya. &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan&amp;nbsp;dan dan tidak pula dilarang. Barang siapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya maka bagina juga ada contoh. wallahu a'lam.[2]&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[3] :&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&quot;Dalam &quot;Al Mahamiliyat&quot; dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata Artinya : Para sahabat Nabi Shallallah'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)&quot;.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Ibnu Qudamah dalam &quot;Al-Mughni&quot; (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin&amp;nbsp;Ziyad berkata : &quot;Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Imam Ahmad menyatakan : &quot;Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)&quot; [4]&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Adapun ucapan selamat : (Kullu 'aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima, bahkan &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&quot;Artinya : Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik.?&quot;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia &lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein&lt;BR&gt;Foote Note&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;1.Majmu Al-Fatawa 24/253&lt;BR&gt;2.Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya &quot; Wushul Al Amani bin Ushul At Tahai &quot; beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf,&amp;nbsp;di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat&lt;BR&gt;3.Fathul Bari 2/446&lt;BR&gt;4.Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya&amp;nbsp;hasan&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F31.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=31</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Makna Idul Fitri/Adha </title>
      <link>http://kaka-uti.blogdrive.com/archive/30.html</link>
      <pubDate>Thu, 19 Oct 2006 06:49:01 GMT</pubDate>
      <description>&lt;H4&gt;&lt;B&gt;Makna Idul Fitri/Adha&lt;/B&gt;&lt;/H4&gt;
&lt;P&gt;&lt;I&gt;Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;/I&gt; 
&lt;HR style=&quot;WIDTH: 516px; HEIGHT: 2px&quot; noShade SIZE=2&gt;
Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini (Ramadhan 1412 H) &lt;SMALL&gt;&lt;B&gt;1*)&lt;/B&gt;&lt;/SMALL&gt; atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khotib (penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu ma'nanya -menurut persangkaan mereka- ialah kembali kepada FITRAH, yakni kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita ..? 
&lt;P&gt;Penjelasan mereka di atas, adalah BATIL baik ditinjau dari lughoh/bahasa ataupun Syara'/Agama. Kesalahan tersebut dapat kami maklumi -meskipun umat tertipu- karena sebagian dari para khotib tersebut tidak punya keahlian dalam bahasan-bahasan ilmiyah. Oleh karena itu wajiblah bagi kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang wajib dituruti Insya Allahu Ta'ala. 
&lt;P&gt;&lt;B&gt;Pertama :&lt;/B&gt; 
&lt;OL&gt;&quot;Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz FITHRU/ IFTHAAR artinya menurut bahasa = BERBUKA (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi IDUL FITHRI artinya HARI RAYA BERBUKA PUASA. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah sebulan kita berpuasa. Sedangkan FITHRAH tulisannya sebagai berikut [FA-THAA-RA-] dan [TA MARBUTHOH] bukan [FA-THAA-RA]&quot;. &lt;/OL&gt;&lt;B&gt;Kedua :&lt;/B&gt; 
&lt;OL&gt;&quot;Adapun kesalahan mereka menurut Syara' telah datang hadits yang menerangkan bahwa IDUL FITHRI itu ialah HARI RAYA KITA KEMBALI BERBUKA PUASA. 
&lt;P&gt;&quot;Artinya : Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan&quot;. 
&lt;P&gt;SHAHIH. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan sanadnya di kitab saya &quot;Riyadlul Jannah&quot; No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi. 
&lt;P&gt;Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni : &lt;BR&gt;&quot;Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka&quot;. 
&lt;P&gt;Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah : &lt;BR&gt;&quot;Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan&quot;. 
&lt;P&gt;Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud: &lt;BR&gt;&quot;Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan&quot;. &lt;/P&gt;&lt;/OL&gt;Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I'ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. 
&lt;P&gt;Itulah arti Idul Fithri...! Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka. Jadi artinya bukan &quot;kembali kepada fithrah&quot;, karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : &quot;Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci !!!. 
&lt;P&gt;Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali orang-orang yang benar-benar jahil tentang dalil-dalil sunnah dan lughoh/bahasa. 
&lt;P&gt;Adapun makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa puasa itu ialah pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adha, maksudnya : Waktu puasa kamu, Idul Fithri dan Idul Adha bersama-sama kaum muslimin (berjama'ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin seperti kejadian pada tahun ini (1412H/1992M). 
&lt;P&gt;Imam Tirmidzi mengatakan -dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas- sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya : 
&lt;OL&gt;&quot;Artinya : Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama'ah dan bersama-sama orang banyak&quot;. &lt;/OL&gt;Semoga kaum muslimin kembali bersatu menjadi satu shaf yang kuat.&lt;BR&gt;Aamiin ..!!! &lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/250095/img/?url=http%3A%2F%2Fkaka-uti.blogdrive.com%2Farchive%2F30.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://kaka-uti.blogdrive.com/comments?id=30</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
