:.::.::.::.   "Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.".   :.::.::.::.


Thursday, May 10, 2007
Surat Untuk Cintaku ( Dari dudung.net )

Oleh : Muhammad Baiquni
 

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.

Assalamu'alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata "cinta" kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi "illah" bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam

Posted at 07:14 am by kakauti
Comments (2)  




Monday, March 12, 2007
Mengapa dinegeri ini banyak terjadi bencana ??

Minggu ini gak mudik, coz ibu boss ngajak jalan keliling Tangerang cari-cari alamat alhamdulillah akhirnya nemu juga. Hmm tempatnya lumayan jauh seeh dan kayaknya kita belum pernah deh kedesa ini sebelumnya.

Meski tempat ini masih asing banget buat kita.....tapi aku yakin banget deh gak akan kesasar apalagi  Bossku itu seperti peta berjalan...semuanya dah dikepalanya. Ditambah lagi wuih ...bawa mobilnya itu lho ..pokoknya best driver dech heee. Ups tapi bukan sopir dalam artian sesungguhnya lho. Mudah-mudahan dia gak baca postingan ini.

Gak sampai 2 jam kita dah balik lagi ke Jakarta dan tempat yang kita cari dah ketemu. Hebat kan !! Tapi perjalanan blum berakhir setelah tempat yang dimaksud ditemukan kita lanjutkan perjalanan ke Pondok Indah Mall. Tau kan ..itu lho tempat orang banyak duit menghabiskan weekend mereka.

Kebetulan tempat yang kami tuju adalah kolam renang umum kelas elit di kawasan Pondok Indah Mall. Aku ditawarin renang walau gratis ...??? Makasih dech jawabnya nggak. Tapi aku ga ditawarin seh heee karena dah tau pasti jawabnya aku gak bakalan pernah mau. Gratis aja ogah apa lagi bayar sendiri huuuh mending uangnya dipake beli gurame bisa makan bareng-bareng sama teman plus perut kenyang dan halal lagi.

Ditempat pamer aurat itu aku cuma duduk aja ....untung aja bawa print artikel islami ditas jadi setidaknya bisa melindungi mata dari penglihatan-penglihatan haram lantaran mereka yang disana melakukan aksi pamer aurat heee namanya juga kolam renang umum. Cewek/cowok bukan mahram tumplek jadi satu. Hiiii serem dech.

Waktu yang ditunggu telah tiba tepat pukul 19:00 kita out dari PIM. Nah sebelum Out aku sempat sewot nih,  siapa yang gak sewot coba...moso tempat elit, megah, nan luas ternyata Mushola yang ada disana cuma berukuran 3 X 4 meter persegi. Oh iya hampir lupa ...toch memang tempat hiburan seperti itu memang hampir dimiliki oleh orang-orang non muslim yak  jadi yah terima deh kalau disedikan tempat seminimal mungkin untuk ibadah kita. Masih untung disediakan paling ga orang-orang yang masih sadar /eling ga kebablasan having fun bisa shalat walau dalam keadaan gak nyaman.

Yah gitu deh harus pandai-pandai memilah dan memilih bahkan dalam urusan tempat refreshing sekalipun. Bisa-bisa bukan refresh dan kenyamanan yang kita dapat tapi malah pening kayak yang aku rasain kemarin. Hiii emang dasar wong deso ga bisa dibawa ketempat elit. Tapi biarin deh duduk dibawah pohon yang disampingnya ada empang/balong dikampungku masih jauh lebih asyik deh ketimbang di Mall sana, Setidaknya minim polusi udara, mata(maksiat mata), telinga itu yang tadi aku sebutin.

Menghibur diri boleh asal jangan kebablasan dan jangan asal yang penting bisa senang. Perlu penglihatan tajam untuk membedakan mana hiburan yang bermanfaat dan mana hiburan yang membawa mudharat. Contohnya dalam hal memilih tayangan televisi, banyak sekali acara hiburan dengan tanda kutip. Mereka menyajikan acara humor dengan dibumbui banyolan-banyolan yang rada menjurus ke syahwat plus menampilkan para bintang tamu dengan pakaian yang jauh dari islami plus Cipika cipiki satu sama lain. Padahal tema atau obrolan yang disajikan juga sangat jauh dari manfaat atau istilahnya gak penting gitu loch. Anehnya mereka menganggap itu lucu Naudzubillah ya !! Dan penonton terlihat antusias sekali, itu terbukti banyak sekali yang memberikan applause diacara itu.

Jadi Gak perlu tanya lagi Mengapa di negeri ini banyak terjadi bencana !!!

 

 

 

 


Posted at 06:46 am by kakauti
Make a comment  




Friday, December 01, 2006
Doa untuk calon QOWAM ku

Kala malam semakin dalam
Tampak pekat kerinduanku
Akan hadir sosok dirimu
Anugrah yang kuasa untukku.

Apa kabar dirimu disana
Semoga tetap dalam lindungan dan ridaNya.
Senantiasa berusaha Istiqomah dan bersabar
Semoga dimudahkan Ikhtiarmu olehNya.

Maafkan aku Qowam
Jika aku lupa haturkan doa untuk kita berdua
Ada kalanya hati ini tergoda dengan yang lain
Padahal aku sadar Allah hanya menyatukan aku dan dirimu.

Duhai Qowam
Berusahalah untuk terus menggapai cita-cita kita.
Merengkuh nikmat dalam mahligai keridhaanNya.

Teguhkan hati, mantapkan niat
Kuatkan jiwa seluruh tenaga
Semoga Allah memudahkan jalan kita berdua.

Untukmu yang entah dimana keberadaannya
Aku disini hanya mampu berdoa
Aku sadar, ada kalanya kaupun tergoda
Tapi aku yakin kau akan kembali pada jalanNya.
Untuk tetap menjaga hati, menundukkan pandangan
Dan jadikan puasa sebagai benteng pertahananmu.

Percayalah, aku disini akan setia menunggumu
Berusaha tuk tidak letih berdoa untuk kebaikanmu
Janganlah berputus asa walau aral rintangan mendera.
Teruslah perbaiki diri kita masing-masing
Bersabarlah sampai Allah mempertemukan kita berdua.

Hingga tiada kata lain terucap nanti
Selain puji Syukur pada Nya
Yang telah menyatukan kita
dalam bahtera keridhanNya.

Amien allohuma Amien.
 
note >> Hiks ngetiknya sambil nangis :(


Posted at 09:42 pm by kakauti
Make a comment  




Previous Page Next Page

kakauti
Female
Jakarta

HOME




   





<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


Google


Kobarkan Semangat Jihad Dalam Diri




<<< kaka-uti contact me=gg_410nk@yahoo.com = kaka-uti  >>>



PUBLIC LINK

  • Google News
  • Suara Konsumen
  • Kompas
  • Detik
  • Media Indonesia Online
  • Tempo Interaktif



  • SEPUTAR DUNIA ISLAM

  • Swaramuslim
  • EraMuslim
  • My Quran
  • Kota Santri
  • Hizbut-Tahrir
  • Al_Sofwah
  • Salafy Online
  • Dudung.net
  • MQ Forum
  • Hadits Shahih Online



  • GRATISAN

  • Kirim SMS gratis khusus pengguna Mentari
  • Kirim SMS gratis khusus pengguna IM3
  • Konsultasi Kesehatan




  • Mutiara Hikmah

    " “Tahukah kalian apakah orang yang bangkrut itu? “ Para Sahabat berkata ; Orang yang bangkrut di antara kami, adalah yang tidak mempunyai uang dan harta benda, Nabi SAW berkata ; sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, namun dia pernah mencaci si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah dan memukul orang lain, maka diputuskanlah perkara orang tersebut dengan diambil sebagian dari pahala kebaikannya, kemudian seorang lagi dengan pahalanya dan jika pahalanya telah habis sebelum menyelesaikan kewajiban-kewajiban atasnya maka diambillah dosa-dosa orang-orang yang dizhaliminya, lalu dilimpahkan kepadanya kemudian ia di campakkan ke Neraka (HR Muslim )


    Sebaik-baik kehidupan dunia adalah untuk orang mukmin, karena didalamnya dia menikmati sedikit, namun daripadanya dia mengambil bekal untuk menuju syurga. Dan seburuk-buruk kehidupan dunia adalah untuk orang -orang kafir dan munafiq, karena didalamnya dia menyia-nyiakan umurnya, dan daripadanya mengambil bekal untuk menuju neraka" -Al Hasan-


    "Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar".(Umar bin Khattab)


    "Cobaan akan dibentangkan kepada manusia laksana tikar, satu demi satu. Ketika hati dipengaruhinya, satu titik hitam tercatatlah dalam hati. Ketika hati mengingkarinya, satu titik putih tercatatlah dalam hati sehingga hati menjadi satu dari dua jenis: yg putih seperti batu putih yg lulus dari cobaan, atau yg gelap hitam karena tidak mengenal ma'ruf (kebaikan) atau mengingkari kemungkaran." (HR Muslim)







    Contact Me

    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




    rss feed